Prosedur Pengisian Dasar untuk Baterai Natrium-Ion
-
Gunakan Pengisi Daya yang Tepat
Baterai ion natrium biasanya memiliki tegangan nominal sekitar3.0V hingga 3.3V per sel, dengantegangan terisi penuh sekitar 3,6V hingga 4,0V, tergantung pada kimianya.
Gunakanpengisi daya baterai natrium-ion khususatau pengisi daya yang dapat diprogram yang diatur ke:-
Mode Arus Konstan / Tegangan Konstan (CC/CV)
-
Tegangan batas yang sesuai (misalnya, maks. 3,8V–4,0V per sel)
-
-
Atur Parameter Pengisian Daya yang Tepat
-
Tegangan pengisian:Ikuti spesifikasi pabrikan (umumnya maks. 3,8V–4,0V per sel)
-
Arus pengisian:Khas0,5C hingga 1C(C = kapasitas baterai). Misalnya, baterai 100Ah harus diisi pada 50A–100A.
-
Arus pemutus (fase CV):Biasanya ditetapkan pada0,05Cuntuk menghentikan pengisian daya dengan aman.
-
-
Monitor Suhu dan Tegangan
-
Hindari pengisian daya jika baterai terlalu panas atau dingin.
-
Sebagian besar baterai natrium-ion aman hingga ~60°C, tetapi sebaiknya diisi dayanya antara10°C–45°C.
-
-
Seimbangkan Sel (jika berlaku)
-
Untuk paket multi-sel, gunakanSistem Manajemen Baterai (BMS)dengan fungsi penyeimbang.
-
Ini memastikan semua sel mencapai tingkat tegangan yang sama dan mencegah pengisian daya berlebih.
-
Tips Keamanan Penting
-
Jangan pernah menggunakan pengisi daya lithium-ionkecuali jika sesuai dengan kimia ion natrium.
-
Hindari pengisian daya yang berlebihan– baterai sodium-ion lebih aman daripada lithium-ion tetapi tetap dapat menurun kualitasnya atau rusak jika diisi daya secara berlebihan.
-
Simpan di tempat yang sejuk dan keringsaat tidak digunakan.
-
Selalu ikutispesifikasi pabrikanuntuk batas tegangan, arus, dan suhu.
Aplikasi Umum
Baterai natrium-ion semakin populer di:
-
Sistem penyimpanan energi stasioner
-
Sepeda listrik dan skuter (yang sedang berkembang)
-
Penyimpanan tingkat jaringan
-
Beberapa kendaraan komersial dalam tahap uji coba
Waktu posting: 28-Jul-2025