Baterai natrium-ion terbuat dari bahan yang fungsinya mirip dengan yang digunakan dalam baterai lithium-ion, tetapi denganion natrium (Na⁺)sebagai pembawa muatan, bukan litium (Li⁺). Berikut rincian komponen-komponen tipikalnya:
1. Katoda (Elektroda Positif)
Di sinilah ion natrium disimpan selama pembuangan.
Bahan katoda umum:
-
Natrium mangan oksida (NaMnO₂)
-
Natrium besi fosfat (NaFePO₄)— mirip dengan LiFePO₄
-
Natrium nikel mangan kobalt oksida (NaNMC)
-
Biru Prusia atau Putih Prusiaanalog — bahan pengisian cepat dan berbiaya rendah
2. Anoda (Elektroda Negatif)
Di sinilah ion natrium disimpan selama pengisian daya.
Bahan anoda umum:
-
Karbon keras— bahan anoda yang paling banyak digunakan
-
Paduan berbasis timah (Sn)
-
Bahan berbasis fosfor atau antimon
-
Oksida berbasis titanium (misalnya, NaTi₂(PO₄)₃)
Catatan:Grafit, yang banyak digunakan dalam baterai lithium-ion, tidak bekerja dengan baik dengan natrium karena ukuran ioniknya yang lebih besar.
3. Elektrolit
Media yang memungkinkan ion natrium bergerak antara katode dan anoda.
-
Biasanya sebuahgaram natrium(seperti NaPF₆, NaClO₄) dilarutkan dalampelarut organik(seperti etilen karbonat (EC) dan dimetil karbonat (DMC))
-
Beberapa desain yang muncul menggunakanelektrolit keadaan padat
4. Pemisah
Membran berpori yang menjaga anoda dan katoda agar tidak bersentuhan tetapi memungkinkan aliran ion.
-
Biasanya terbuat daripolipropilena (PP) or polietilena (PE)Tabel Ringkasan:
Komponen | Contoh Material |
---|---|
Katoda | NaMnO₂, NaFePO₄, Biru Prusia |
Anoda | Karbon Keras, Timah, Fosfor |
Elektrolit | NaPF₆ dalam EC/DMC |
Pemisah | Membran Polypropylene atau Polyethylene |
Beri tahu saya jika Anda ingin perbandingan antara baterai sodium-ion dan lithium-ion.
Waktu posting: 29-Jul-2025