Memilih baterai kapal yang tepat bergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis kapal yang Anda miliki, peralatan yang perlu Anda beri daya, dan bagaimana Anda menggunakan kapal Anda. Berikut adalah jenis-jenis utama baterai kapal dan penggunaan umumnya:
1. Baterai Starter
Tujuan: Dirancang untuk menghidupkan mesin perahu.
Fitur Utama: Memberikan daya ledak besar dalam waktu singkat.
Penggunaan: Paling cocok untuk perahu di mana penggunaan utama baterai adalah untuk menghidupkan mesin.
2. Baterai Siklus Dalam
Tujuan: Dirancang untuk menyediakan daya dalam jangka waktu yang lebih lama.
Fitur Utama: Dapat diisi dan dikosongkan dayanya berkali-kali.
Kegunaan: Ideal untuk memberi daya pada motor trolling, alat pencari ikan, lampu, dan perangkat elektronik lainnya.
3. Baterai Serbaguna
Tujuan: Dapat memenuhi kebutuhan siklus pengisian daya awal maupun siklus pengisian daya dalam.
Fitur Utama: Memberikan daya start yang memadai dan mampu menangani pengosongan daya yang dalam.
Penggunaan: Cocok untuk perahu yang lebih kecil atau yang memiliki ruang terbatas untuk beberapa baterai.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan:
Ukuran dan Jenis Baterai: Pastikan baterai sesuai dengan tempat yang telah ditentukan di perahu Anda dan kompatibel dengan sistem kelistrikan perahu Anda.
Ampere Jam (Ah): Ukuran kapasitas baterai. Ah yang lebih tinggi berarti penyimpanan daya yang lebih besar.
Cold Cranking Amps (CCA): Ukuran kemampuan baterai untuk menghidupkan mesin dalam kondisi dingin. Penting untuk baterai starter.
Kapasitas Cadangan (RC): Menunjukkan berapa lama baterai dapat memasok daya jika sistem pengisian daya gagal.
Perawatan: Pilih antara baterai bebas perawatan (tertutup) atau baterai tradisional (terendam).
Lingkungan: Pertimbangkan ketahanan baterai terhadap getaran dan paparan air garam.
Waktu posting: 01 Juli 2024